A A. Fact (Peristiwa)
1.
Latar
Belakang
Menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Banyak ahli telah mengemukakan pengertian menulis. Menurut Saleh Abbas (2006:125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Melalui bahasa tulis, seseorang dapat menyampaikan makna, ide, pikiran dan perasaannya melalui rangkaian kata-kata tertulis. Seperti ungkapan Pramudya Ananta Toor, “ Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak mnenulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Oleh karena itu, kemampuan menulis siswa saatnya diasah dan dilatih sesuai bakat dan potensi. Ada siswa senang bermain game, bermain olahraga, suka nongkrong pada teman-temannya, senang membaca, senang bermedia sosial, senang menonton, senang berhitung, senang seni peran dan nari serta lukis, senang menganalisis data atau kasus, senang tataboga, dll. Bakat dan potensi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan kemapuan siswa SMA Negeri 2 Rantau Selatan dalam hal menulis sesuai bakat dan potensi yang mereka senangi melalui Program MENANG atau menulis menyenangkan. Hal tersebut adalah alasan utama untuk menggerakkan aksi nyata melalui Program MENANG.
![]() |
| Murid menuangkan ide |
Program MENANG atau menulis mneyenangkan merupakan program yang digagas oleh siswa kelas X, XI, dan XII SMA Negeri 2 Rantau Selatan. Gagasan tersebut adalah suara-suara murid untuk mengembangkan Program MENANG. Hal tersebut menjadi pilihan murid untuk menumbuhkan budaya menulis sehingga menjadikan murid sebagai seorang penulis yang banyak menghasilkan karya melalui Program MENANG.
Saat membuat program MENANG, jenis kokurikuler, langkah yang dilakukan calon guru penggerak, yaitu melihat aset atau kekuatan sekolah dengan memahami tujuh aset atau modal, yaitu modal manusia, sosial, fisik, finansial, lingkungan, politik, agama dan budaya. Langkah selanjutnya, guru menerapkan model BAGJA. Dan, langkah berikutnya menjalin kolaborasi dengan berbagai sumber, yaitu Kepala Sekolah, guru, murid, tata usaha, pengawas, orangtua, komite. Selain itu, langkah selanjutnya dengan memanfaatkan suara murid, pilihan murid, dan kepemilikan dengan memperhatikan tujuh karakteristik lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid. Untuk memajukan program MENANG, para guru mensosialisasikan voice, choice, owner kepada orangtua dan juga memastikan bahwa orangtua memahami visi dan misi sekolah yang pembelajaran berpihak pada murid. Secara aktif melibatkan orangtua untuk membantu menyediakan dukungan dan akses ke sumber-sumber belajar yang lebih luas untuk mewujudkan suara murid atau pilihan murid ( misalnya meminta bantuan orangtua untuk mengkoneksikan murid yang ingin mengakses masyarakat, lingkungan sekitar, dunia usaha atau akses-akses lain yang sulit dijangkau murid atau sekolah.
Oleh karena itu, peran guru dan orangtua sangat penting untuk menggerakkan program MENANG sehingga kepemimpinan murid semakin mengakar dalam diri murid. Peran guru dalam mendampingi murid sangat penting dalam pengembangan potensi kepemimpinan murid sesuai kodrat, konteks, dan kebutuhannya. Misalnya: siswa bebas mengeluarkan pendapat tentang program yang mereka sampaikan sesuai bakat dan potensinya. Hal tersebut menjadi kekuatan bagi murid untuk tampil percaya diri saat mengambil suatu keputusan saat memilih program. Contoh program yang mereka pilih, yaitu PROGRAM MENANG atau menulis menyenangkan. Siswa bebas menulis sesaui bakat dan potensi yang mereka senangi, yaitu menulis puisi, cerpen, anekdot, esai, artikel, dialog, drama, cerita mini, biografi, teks sejarah, cerpen digital, video digital, dll. Hasil tulisan mereka ditempel di mading literasi, pohon literasi. Karya dalam bentuk digial dishare di FB, Instagram, Blog, Youtub, Twitter. Karya-karya siswa juga dapat diikrim ke media cetak Surat Kabar Sinar Indonesia Baru, Waspada, Detik.Com, Sumut Pos, dll. Karya-karya siswa dapat menjadi bahan diskusi di kelas dan sekolah. Para guru juga memberi apresiasi bagi siswa yang menghasilkan karya, dan memotivasi siswa yang karyanya masih belum meningkat.
1. Tujuan Aksi Nyata Melalui Program MENANG
Mampu membangun jiwa kepemimpinan murid dengan memiliki karakter yang berakhlak mulia, dan mandiri. Mampu bernalar kritis dalam menyampaikan gagasan dan ide yang kreatif sehingga mampu membangun jiwa kolaborasi atau gotong rotong serta interaksi antar sesama dan oranglain tanpa membedakan suku, ras, dan agama sehingga menjalin kebhinekaan global melalui sikap positif yang saling menghargai dan menghormati perbedaan. Selain itu, diharapkan siswa mampu memiliki kemampuan menulis dan mengahasilkan berbagai karya, yaitu puisi, cerpen, cerita mini, cerpen digital, artikel, biografi, esai, cerita mini, anekdot, pantun, drama, skenario, dll
2. Tindakan Aksi Nyata melalui Model BAGJA
1. Buat Pertanyaan
Bagaimana menumbuhkan
dan meningkatkan minat menulis murid di SMA Negeri 2 Rantau Selatan?
Tindakan yang dilakukan, yaitu koordinasi kepada Kepala Sekolah dan Wali
Kelas beserta guru-guru tentang membuat program MENANG atau menulis
menyenangkan berdsarkan suara murid atau ide murid dengan membuat club menulis,
membuat mading kelas dan sekolah dengan berbagai tulisan murid
2. Ambil Pelajaran
a. Aktivitas apa saja yang menarik minat murid pada program menulis
menyenangkan atau "MENANG"?
b. Apa yang perlu dikembangkan murid pada program menulis menyenangkan atau
"MENANG" ?
c. Apa yang murid suka agar menulis menyenangkan ?
Tindakan yang dilakukan, yaitu pertama, murid menuangkan gagasan atau ide
sesuai pengalamannya, lalu cerita tersebut ditempel di mading sekolah atau
kelas, dan di share di media sosial atau blog. Kedua, murid kelas X, XI, XII saling berbagi ide atau
pengalaman dan saling menanggapi. Ketiga,
murid senang saat karyanya dibaca dan dishare pada semua orang. Karya
murid dapat berupa puisi, dialog, cerpen, cerita mini, biografi, cerita
bergambar, pantun, syair, artikel, cerpen digital, dll
3. Gali Mimpi
a. Kapan Program Gerakan literasi menyenangkan dimulai?
b. Dampak positif apa yang akan didapatkan jika program "MENANG' dapat
terwujud ?
c. Apa bentuk apresiasi yang diberikan
kepada anak yang telah meningkatkan minat menulis murid?
Tindakan yang dilakukan, yaitu pertama, diadakan sekali seminggu, pada hari
Kamis, setelah pulang sekolah. Kedua, dapat menumbuhkan kebiasaan murid dalam
menulis di sekolah dan di rumah atau di mana saja. Ketiga, bentuk asperasinya
adalah pujian dan sertifikat atau hadiah dari Program MENANG
4. Jabarkan Rencana
a. Apa yang perlu dilakukan ?
b. Apa yang dilakukan Guru saat Pelaksanaan Program MENANG?
Tindakan yang dilakukan, yaitu pertama,
menyampaikan ide tentang program literasi menyenangkan kepada Kepala
Sekolah. Kedua, penyusunan Kepanitiaan Program dan Pembagian Tugas. Ketiga, menyusun
jadwal pelaksanaan dan rencana kegiatan. Keempat, sosialisasi program kepada
siswa dan orang tua. Kelima, mendokumentasikan
kegiatan di masing-masing kelas. Keenam, mengapresiasi siswa yang melakukan
literasi.
5. Atur dan Eksekusi
a. Siapa yang bertanggung jawab memonitor agar kegiatan dapat berjalan dengan
menyenangkan dan berkelanjutan?
Tindakan yang dilakukan, yiatu membentuk kelompok/ grub komunitas sekolah yang akan mengelola dukungan untuk peningkatan minat membaca murid yang terdiri dari guru, Kepala sekolah, orang tua murid dan komite sekolah dan masyarakat sekitar.
https://www.youtube.com/watch?v=jtVo1McnA1k&t=13s
3. Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan
Hasil aksi nyata di SMA Negeri 2 Rantau Selatan menunjukkan bahwa kemampuan menulis murid semakin bertumbuh dan berkembang melalui program MENANG. Murid memberi waktu untuk menulis sesuai bakat dan potensi dalam dirinya. Murid menulis tentang keluarga, persahabatan, lingkungan, sekolah, masa depan, kondisi daerah dan negara, olahraga, dll. Tulisan tersebut dapat berupa puisi, cerpen, drama, biografi, tips-tips, esai, video digital, artikel, cerita mini, pantun, dll. Selain itu, karya tersebut dikirim ke media online dan media cetak yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan tersebut dapat meningkatakan budaya menulis murid. Untuk mengembangkan kemampuan menulis murid, perpustakaan salah satu rumah belajar menjadi sumber refrensi murid dan juga alat teknologi murid. Selain itu, memanfaatkan wifi sekolah untuk mendorong budaya menulis murid. Melalui Program MENANG, ternyata memupuk dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan murid dan daya nalar kritis murid, dan menumbuhkan budaya positif dalam diri melalui tulisan yang mereka ciptakan.
B. Perasaan (Feelings)
Perasaan saya sangat bahagia dan bangga karena dapat menggerakkan Program MENANG di Sekolah SMA Negeri 2 Rantau Selatan dengan melihat kekuatan atau aset yang ada di dalam sekolah, yaitu aset manusia, sosial, fisik, lingkungan, finansial, politik, budaya dan agama. Saya mengajak murid untuk menulis di taman literasi sesuai bakat dan potensi yang mereka miliki. Dan murid termotivasi untuk membuat antologi buku kisah seperti buku antologi yang saya buat bersama tim menulis. Murid-murid juga memanfaatkan aset perpustakaan, wifi, teknologi sekolah, kelas sebagai rumah belajar untuk mengembangkan kemampuan mneulis. Saya merasa bangga saat murid mengirim cerpen atau karyanya ke media online atau media cetak, misalnya Media Detik.Com, Harian Sumut Pos, Tribun, SIB, Waspada, Analisa, dll. Melihat hasil karya murid, orangtua dan Kepala Sekolah serta guru-guru semakin mendukung dan memfasilitasi murid untuk mengembangkan Program MENANG atau mneulis menyenangkan. Kordinatar Perpustakaan sekolah, Kepala Sekolah, Orangtua, guru-guru memberi apresiasi bagi murid yang berkarya. Selain itu, sebagai CGP, saya semakin semangat untuk terus mendukung dan menggerakkan Program MENANG karena program tersebut membawa perubahan bagi murid dan guru untuk merdeka belajar yang berpihak pada murid. Dan juga, melatih kepemimpinan murid melalui karya-karya murid dan guru.
C. Pembelajaran (Findings)
Pembelajaran yang saya peroleh dari aksi nyata ini sangat banyak, di antaranya sebagai CGP, saya memahami bagaimana menyusun dan mengelola program yang berdampak pada murid sesuai dengan visi dan misi sekolah, selama ini sebagai guru, saya tidak memahami bagaimana menyusun program, dan biasanya di masa yang lalu yang menyusun dan membuat program adalah saya sendiri tanpa memperhatikan suara murid, pilihan, dan kepemilikan. Bahkan mengabaikan tujuh aset modal yang ada di sekolah. Tapi, setelah mempelajari modul 3.3 bersama fasilitator, intruktur, guru praktik, CGP, saya mendapat ilmu, wawasan tentang bagaimana mengelola program yang berdampak pada murid. Saat membuat program, sebagai CGP, saya sudah memperhatikan tujuh aset atau modal, yaitu aset manusia, sosial, fisik, lingkungan, finansial, politik, budaya dan agama. Selain itu, saya bersama siswa dan guru belajar untuk mnerapkan Model BAGJA dalam membuat Program MENANG. Selain itu, memanfaatkan suara murid, pilihan, kepemilikan dalam membuat program dan menyusun program. Pembelajaran yang saya dapat, saya mampu membuat buku antologi bersama rekan kerja, dan mampu memotivasi murid mengirim karyanya ke media cetak dan media online. Hal tersebut, semakin termotivasi untuk mengasah kemampuan menulis saya dan kemampuan menulis murid dan rekan kerja. Murid juga semakin semangat menuangkan idenya ke dalam bentuk tulisan berupa cerita, puisi, dan aritikel. Tulisan tersebut dikirim ke media cetak dan online.
D. Penerapan Kedepan (Future)
Rencana perbaikan untuk di masa mendatang, yaitu menyusun waktu walikelas, guru sebagai pengawas murid di kokurikuler pada Program MENANG. Di mana waktu murid mengikuti Program MENANG bersamaan dengan waktu membantu orangtuanya di rumah dan di ladang. Karena itu, sebagai CGP, saya bersama murid, walikelas, guru, dan orangtua melakukan diskusi tentang kesepakatan waktu pada pelaksanaan Program MENANG. Selain itu, murid yang tidak memiliki teknologi dan paket saat mengirim karyanya terkendala maka strategi yang saya terapkan ke depan, yaitu bermohon kepada Kepala Sekolah agar wifi dan ruang lab komputer diizinkan digunakan murid sampai selesait melakukan Program MENANG, selain itu mengajak murid yang memiliki teknologi dan paket untuk berbagi pada murid yang tidak punya teknologi. Kemudian penerapan ke depan untuk aksi nyata tersebut, mengajak murid untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah dan perpustakaan daerah sebagai sumber refrensi. Dan menjalin kerjasama yang baik dengan penerbit untuk membuat antologi buku murid. Rencana untuk memperbaiki pembelajaran di aksi nyata, yaitu saya harus memperkuat kolaborasi yang kuat dengan warga sekolah, yaitu Kepala Sekolah, guru, murid, orangtua, pengawas. Melakukan evaluasi secara berkala di Program Menang. Memberi apresiasi bagi murid yang berkarya dan memberi motivasi dan inspirasi bagi murid yang belum berkembang dalam berkarya.
Refleksi CGP tentang Program MENANG di Sekolah SMA Negeri 2 Rantau Selatan
https://www.youtube.com/watch?v=8eTL2nw-NtA
Sebagai Calon Guru penggerak, saya bahagia dan senang merencanakan dan melaksanakan aksi nyata Program MENANG di Sekolah SMA Negeri 2 Rantau Selatan karena guru-guru dan murid termotivasi untuk menggali kemampuan menulis sesuai bakat dan potensi dalam dirinya. Melalui Program MENANG, murid-murid menuangkan gagasan atau ide dalam bentuk puisi, cerpen, arikel, esai, cerita mini, cerpen digital, pantun. Karya tersebut dikirim ke media cetak dan media online. Program MENANG yang saya gerakkan di sekolah didukung oleh Kepala Sekolah, guru-guru, orangtua, dan murid karena dapat membentuk jiwa kepemimpinan murid dan melatih daya nalar kritis murid serta menciptakan budaya positif dan kbhinekaan dalam diri murid. Pembelajaran yang saya dapat sebagai CGP, saya memahami bagaimana membuat dan menyusun Program MENANG berdasarkan suara murid, pilihan, kepemilikan dengan memperhatikan tujuh modal atau aset sekolah, yaitu modal manusia, sosial, fisik, lingkungan, finansial, politik, budaya dan agama. Selain itu, menerapkan model BAGJA. Di masa yang lalu sebagai guru, saya tidak memperhatikan suara murid, pilihan, dan kepemilikan, bahkan mengabaikan tujuh aset modal, dan tidak memahami model BAGJA. Setelah mempelajari modul 3.3 bersama fasilitator, instruktur, guru paraktik, CGP, saya mendapat ilmu dan wawasan tentang membuat program yang berpihak pada murid. Selain itu, saya memahami bagaimana menjalin kolaborasi bersama Kepala Sekolah, guru, murid, orangtua, pengawas, komite dalam membuat program. Rencana untuk memperbaiki pembelajaran di aksi nyata, yaitu saya harus memperkuat kolaborasi yang kuat dengan warga sekolah, yaitu Kepala Sekolah, guru, murid, orangtua, pengawas. Melakukan evaluasi secara berkala di Program MENANg. Memberi apresiasi bagi murid yang berkarya dan memberi motivasi dan inspirasi bagi murid yang belum berkembang dalam berkarya.
B
A.
A.
.jpg)

.png)
.png)
.png)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)