B. Deskripsi Aksi Nyata Tahun ajaran 2021-2022 saya bertugas mengajar di kelas XII IPA 1, 2, 3, 4, 5, XII IPS 2 dan 3. Saya mulai menggerakkan budaya positif ke tiap kelas yang saya ajar. Saya menyampaikan materi budaya positif kepada murid mulai paradigma, motivasi, kebutuhan dasar murid, kesepakatan kelas, restitusi, dan segitiga restitusi. Saya mengajak murid berkolaborasi membuat kesepakatan kelas di tiap kelas. Setiap kelas saya bagi beberapa kelompok sesuai minat dan bakat mereka, tiap kelompok mendiskusikan kesepakatan kelas, lalu dipresentasikan dan kelompok lain menanggapi, setelah itu semua warga kelas memililih kesepakatan kelas secara bersma-sama untuk disepakati. Adapun kespakatan kelas, yaitu kami guru dan murid menghargai diri sendiri dan orang lain, kami guru dan murid peduli terhadap lingkungan kelas dan sekolah, kami guru dan murid menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan tepat waktu, kami guru dan murid saling berkolaborasi, kami guru dan murid berdoa sebelum pelajaran dimulai dan berdoa setelah mengakhiri pelajaran. Begitu juga saat saya menghadapi murid yang kurang disiplin saya belajar menerapkan posisi manajer atau pemantau, ternyata posisi manajer tanpa disadari membentuk karakter murid lebih bertanggung jawab dan mandiri dengan menerapkan segitiga restitusi.
Saya juga mensosialisasikan budaya positif kepada warga sekolah. Saya tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan mereka. Hal tersebut terutama saya diskusikan kepada Kepala Sekolah. Dukungannya memberi ruang untuk saya bergerak mensosialisasikan buya positif, dengan menyampaikan materi tentang paradima, motivasi prilaku manusia, kebutuhan dasar manusia, posisi kontrol guru, restitusi, segitiga restitusi. Warga sekolah menyambut dengan baik bahkan antusias menangagpi tiap materi, dan warga sekolah mulai bergerak untuk memperbaiki diri sebagai guru baik di kelas maupun di sekolah.penerapan kesepakatan kelas ini mampu dipahami dan diterima oleh rekan sejawat yang lain C. Tujuan Adapun tujuan dari Tindakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut : 1. Menumbuhkan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui budaya positif 2. Menumbuhkan jiwa peduli lingkungan kelas dan sekolah 3. Menumbuhkan sikap menghargai diri sendiri dan orang lain 4. Menumbuhkan jiwa kolaborasi, seperti kesepakatan kelas, yaitu kami guru dan murid menghargai diri sendiri dan orang lain, kami guru dan murid peduli terhadap lingkungan kelas dan sekolah, kami guru dan murid menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan tepat waktu, kami guru dan murid saling berkolaborasi, kami guru dan murid berdoa sebelum pelajaran dimulai dan berdoa setelah mengakhiri pelajaran. D. Tolak Ukur Siswa mengerjakan tugas tepat waktu dengan melihat daftar nilai, siswa dan guru tepat waktu datang ke sekolah dengan melihat absen guru dan kelas, muriddan guru berkolaborasi menjaga dan merawat lingkungan kelas dan sekolah. Guru dan murid menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Linimasa Tindakan yang Dilakukan Sebagai guru, calon guru penggerak, saya menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagaiaan setinggi-tingginya sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Agar dapat menuntun kodrat anak, maka seorang guru penggerak harus memiliki nilai-nilai dan menjalankan perannya sebagai guru penggerak. Dengan melakukan pendekatan Inkuiri Apresiatif dengan model BAGJA. Inkuiri Apresiatif, dikenal dengan pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Pendekatan Inkuiri Apresiatif ini dimulai mengidentifikasi hal baik apa yang ada di sekolah, bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik lagi. Hal-hal ini dilakukan dengan menerapkan BAGJA yang terdiri dari buat pertanyaan, ambil pelajaran, gali impian, jabarkan rencana, dan atur eksekusi. Saya juga harus menggerakkan warga sekolah mewujudkan budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid. Budaya positif adalah kebiasaan yang harus dilakukan secara terus menerus. Guru harus melahirkan murid dimasa depan sesuai minat dan bakat dalam diri murid dengan karakter Pancasila. Salah satu contoh penerapan budaya positif adalah membuat kesepakatan kelas. Dalam Menyusun kesepakatan kelas ini guru bertanya kepada muri tentang kelas impian dan harapannya tentang kelas impian para murid. Hal ini dilakukan untuk mendorong motivasi intrinsik pada diri murid dalam pembentukan karakter positif.
1. Berkoordinasi dengan walikelas dan murid terkait pelaksanaan aksi nyata
F. Dukungan yang dibutuhkan
Untuk melancarkan pelaksanaan rancangan tindakan aksi nyata yang telah disusun, tentunya memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Adapun dukungan yang diperlukan yaitu dukungan dari :
G. Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang












