Selasa, 09 November 2021 | By: sovisimbolon@blogspot.com

Modul 2.1.a.9 Koneksi Antar Materi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi juga bukan berarti guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang dengan yang kurang. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap anak. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang semrawut (chaotic), yang gurunya kemudian harus membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus, di mana guru harus berlari ke sana kemari untuk membantu si A, si B atau si C dalam waktu yang bersamaan. Bukan. Guru tentunya bukanlah malaikat bersayap atau Superman yang bisa ke sana kemari untuk berada di tempat yang berbeda-beda dalam satu waktu dan memecahkan semua permasalahan.

Saat berbagi kelompok sesuai minat murid


Keputusan-keputusan yang perlu diperhatikan para guru saat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi harus terkait dengan:

1.      Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.

2.      Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.

3.      Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.

4.      Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.

5.    Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.

Oleh karena itu, pembealjaran berdiferensiasi harus memahami kebutuhan murid berdasarkan tiga aspek, yaitu Kesiapan belajar (readiness) murid, Minat murid, dan Profil belajar murid

a.       Kesiapan Belajar Murid

Saat pembelajaran guru perlu memetakan kebutuhan murid. Misalnya:guru harus mendiagnosis kesiapan belajar murid. Kemampuan tiap murid pasti berbeda-beda. Ada murid yang sudah siap mempelajari materi yang di dalamnya terdapat masalah berupa tantangan atau kemampuan Ada juga murid yang belum menegerti dan memahami materi. Tentunya,  guru mempersiapkan media, bahan ajar, metode yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dalam pembelajaran.Guru juga harus menerapkan scaffolding yaitu  bantuan atau dukungan yang diberikan guru kepada murid menyesuaikan dengan tingkat kesiapan belajar murid itu sendiri.

b.      Minat Belajar Murid

Guru perlu memetakan murid berdasarkan minat belajarnya. Misalnya: contoh, ada murid yang senang belajar seni, olah raga, sains atau bidang-bidang tertentu, matematika, politik, budaya, ekonomi, pertanian, dll. Karena itu, guru harus siap untuk memfasilitasi kebutuhan murid tersebut. Guru memberikan kebebasan kepada murid untuk belajar sesuai dengan minatnya, contoh saat membuat produk. Dalam diferensiasi produk, murid menghasilkan produk disesuaikan dengan minat belajar murid masing-masing. Murid diberikan kebebasan dalam belajar. Murid bebas menghasilkan produk baik berupa fliyer, infografis, audio, audivisual, teks atau tulisan seperti artikel, narasi, karangan atau bentuk produk lain yang sesuai minat

c.       Profil Belajar Murid

Pemetaan kebutuhan murid berdasarkan gaya belajar murid. Misalnya pada diferensiasi proses, untuk murid yang memiliki gaya belajar visual maka pada proses pembelajaran guru dapat memberikan materi dengan menggunakan media berupa slide go,  gambar-gambar menarik sesuai minat murid, tampilan slide power point, bagan, tabel, flyer, dan sebagainya yang membantu murid dalam belajar dan mengaitkan konsep satu dengan yang lainnya sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Demikian pula, untuk murid yang memiliki gaya belajar auditori maka guru dapat memberikan materi rekaman suara, audio. Gaya belajar murid yang senang gerakan diberikan diberikan ekspresi gerakan yang memicu semangat.

Kebutuhan dasar murid


Berdasarkan ketiga aspek tersebut, guru akan mampu merancang pembelajaran berdiferensiasi dengan baik sesuai tujuan pembelajaran dapat dicapai, yaitu mampu memenuhi perbedaan kebutuhan  dari murid. Mulai dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap murid dalam pembelajaran di kelas. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti bahwa guru harus melakukan kegiatan yang berbeda dalam membuat perencanaan pembelajaran atau menyusun beberapa perencanaan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan. Namun, dalam melakukan praktik pembelajaran berdiferensiasi tentunya harus dilakukan secara efektif dan efisien, mempertimbangkan waktu, media, dan kerja keras.

Langkah-langkah dalam pembelajaran  Berdiferensiasi

1.      Menetapkan Tujuan Pembelajaran (Pahami Kompetensi Dasar atau Standar yang akan dicapai, Tentukan Tujuan Pembelajaran).

2.      Melakukan pemetaan kebutuhan siswa (Pre tes minat, profil belajar dan kesiapan belajar)

3.      Menentukan Strategi dan alat penilaian yang digunakan

4.      Menentukan Kegiatan Pembelajaran (Konten, Proses, Produk)

            Cara-Cara Guru untuk Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar Murid.

  1. mengamati perilaku murid-murid mereka; 
  2. mengidentifikasi pengetahuan awal yang dimiliki oleh murid terkait dengan topik  yang akan dipelajari;
  3. melakukan penilaian untuk menentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka saat ini, dan kemudian mencatat kebutuhan yang diungkapkan oleh informasi yang diperoleh dari proses penilaian tersebut;
  4. mendiskusikan kebutuhan murid  dengan orang tua atau wali murid;
  5. mengamati murid ketika mereka sedang menyelesaikan suatu tugas atau aktivitas;
  6. bertanya atau mendiskusikan permasalahan dengan murid;
  7. membaca rapor murid dari kelas mereka sebelumnya untuk melihat komentar dari guru-guru sebelumnya atau melihat pencapaian murid sebelumnya;
  8. berbicara dengan guru murid sebelumnya;
  9. membandingkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan tingkat pengetahuan atau keterampilan yang ditunjukkan oleh murid saat ini;
  10. menggunakan berbagai penilaian penilaian diagnostik untuk memastikan bahwa murid telah berada dalam level yang  sesuai;
  11. melakukan survey untuk mengetahui kebutuhan belajar murid;
  12. mereview dan melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran mereka sendiri untuk mengetahui efektivitas pembelajaran mereka; dll. 

Berdasarkan cara-cara tersebut, pembelajaran berdiferensiasi dapat tercapai sehingga pemenuhan kebutuhan murid tercapai dan memeroleh hasil yang maksimal sehingga guru dan murid merasa bahagia dalam proses belajar dan mengajar dengan menerapkan pemetaan kebutuhan murid berdasarkan tiga aspek, yaitu kesiapan belajar murid, minat, dan profil belajar murid

Keterkaitan Antar Materi dengan Modul Lain dengan Progaram  Pendidikan Guru Penggerak

            Keterkaitannya sangat erat karena pembelajaran berdiferensiasi merupakan kunci untuk memberi kebahagian dan keselamatan dalam proses belajar dan mengajar. Dengan menerapkan pemetaan kebutuhan murid sesuai kesiapan belajar murid, minat, dan profil belajar murid maka lingkungan pembelajaran di kelas dan sekolah nyaman dan bahagia. Dan, guru dan murid saling menghargai antra yang satu dengan lain, saling berkolaborasi. Karena itu, guru harus menuntun murid dengan tulus tanpa melihat perbedaan, dan memahami karakteristik murid sesuai kodrat dalam dirinya dan kodrat zaman dengan merdeka belajar, memberi kebebasan kepada murid mengembangkan bakat dan potesnsi dalam diri dengan menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila .

https://www.youtube.com/watch?v=tv6-C-aPi_0&t=8s


0 komentar: