Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan
proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap
murid. Pembelajaran
berdiferensiasi juga bukan berarti guru harus mengelompokkan yang pintar dengan
yang pintar dan yang kurang dengan yang kurang. Bukan pula memberikan tugas
yang berbeda untuk setiap anak. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah
proses pembelajaran yang semrawut (chaotic), yang gurunya
kemudian harus membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus, di mana
guru harus berlari ke sana kemari untuk membantu si A, si B atau si C dalam
waktu yang bersamaan. Bukan. Guru tentunya bukanlah malaikat bersayap atau
Superman yang bisa ke sana kemari untuk berada di tempat yang berbeda-beda
dalam satu waktu dan memecahkan semua permasalahan.
![]() |
| Saat berbagi kelompok sesuai minat murid |
Keputusan-keputusan
yang perlu diperhatikan para guru saat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi
harus terkait dengan:
1.
Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran
yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu
jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
2.
Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan
menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid
tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang
berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
3.
Bagaimana mereka menciptakan lingkungan
belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk
mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di
kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang
prosesnya.
4.
Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang
memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga
walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan
secara efektif.
5.
Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses
penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang
masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai
tujuan belajar yang ditetapkan.
Oleh karena itu, pembealjaran
berdiferensiasi harus memahami kebutuhan murid berdasarkan tiga aspek, yaitu Kesiapan
belajar (readiness) murid, Minat murid, dan Profil belajar murid
a.
Kesiapan Belajar Murid
Saat pembelajaran guru
perlu memetakan kebutuhan murid. Misalnya:guru harus mendiagnosis kesiapan
belajar murid. Kemampuan tiap murid pasti berbeda-beda. Ada murid yang sudah
siap mempelajari materi yang di dalamnya terdapat masalah berupa tantangan atau
kemampuan Ada juga murid yang belum menegerti dan memahami materi. Tentunya, guru mempersiapkan media, bahan ajar, metode
yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dalam pembelajaran.Guru juga harus
menerapkan scaffolding yaitu bantuan
atau dukungan yang diberikan guru kepada murid menyesuaikan dengan tingkat
kesiapan belajar murid itu sendiri.
b.
Minat Belajar Murid
Guru perlu memetakan murid berdasarkan minat belajarnya. Misalnya: contoh,
ada murid yang senang belajar seni, olah raga, sains atau bidang-bidang
tertentu, matematika, politik, budaya, ekonomi, pertanian, dll. Karena itu, guru
harus siap untuk memfasilitasi kebutuhan murid tersebut. Guru memberikan kebebasan
kepada murid untuk belajar sesuai dengan minatnya, contoh saat membuat produk.
Dalam diferensiasi produk, murid menghasilkan produk disesuaikan dengan minat
belajar murid masing-masing. Murid diberikan kebebasan dalam belajar. Murid
bebas menghasilkan produk baik berupa fliyer, infografis, audio, audivisual, teks
atau tulisan seperti artikel, narasi, karangan atau bentuk produk lain yang
sesuai minat
c.
Profil Belajar Murid
Pemetaan kebutuhan murid berdasarkan gaya belajar murid. Misalnya pada
diferensiasi proses, untuk murid yang memiliki gaya belajar visual maka pada
proses pembelajaran guru dapat memberikan materi dengan menggunakan media
berupa slide go, gambar-gambar menarik
sesuai minat murid, tampilan slide power point, bagan, tabel,
flyer, dan sebagainya yang membantu murid dalam belajar dan mengaitkan konsep
satu dengan yang lainnya sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Demikian pula,
untuk murid yang memiliki gaya belajar auditori maka guru dapat memberikan
materi rekaman suara, audio. Gaya belajar murid yang senang gerakan diberikan
diberikan ekspresi gerakan yang memicu semangat.
![]() |
| Kebutuhan dasar murid |
Berdasarkan ketiga aspek tersebut, guru akan mampu merancang pembelajaran
berdiferensiasi dengan baik sesuai tujuan pembelajaran dapat dicapai, yaitu
mampu memenuhi perbedaan kebutuhan dari
murid. Mulai dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap murid dalam pembelajaran
di kelas. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti bahwa guru harus melakukan
kegiatan yang berbeda dalam membuat perencanaan pembelajaran atau menyusun
beberapa perencanaan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan. Namun, dalam
melakukan praktik pembelajaran berdiferensiasi tentunya harus dilakukan secara
efektif dan efisien, mempertimbangkan waktu, media, dan kerja keras.
Langkah-langkah dalam
pembelajaran Berdiferensiasi
1.
Menetapkan Tujuan Pembelajaran (Pahami
Kompetensi Dasar atau Standar yang akan dicapai, Tentukan Tujuan Pembelajaran).
2.
Melakukan pemetaan kebutuhan siswa (Pre
tes minat, profil belajar dan kesiapan belajar)
3.
Menentukan Strategi dan alat penilaian
yang digunakan
4.
Menentukan Kegiatan Pembelajaran
(Konten, Proses, Produk)
Cara-Cara Guru untuk Mengidentifikasi Kebutuhan
Belajar Murid.
- mengamati perilaku murid-murid mereka;
- mengidentifikasi pengetahuan awal yang dimiliki oleh murid terkait
dengan topik yang akan dipelajari;
- melakukan penilaian untuk menentukan pengetahuan, keterampilan, dan
sikap mereka saat ini, dan kemudian mencatat kebutuhan yang diungkapkan
oleh informasi yang diperoleh dari proses penilaian tersebut;
- mendiskusikan kebutuhan murid dengan orang tua atau wali
murid;
- mengamati murid ketika mereka sedang menyelesaikan suatu tugas atau
aktivitas;
- bertanya atau mendiskusikan permasalahan dengan murid;
- membaca rapor murid dari kelas mereka sebelumnya untuk melihat
komentar dari guru-guru sebelumnya atau melihat pencapaian murid
sebelumnya;
- berbicara dengan guru murid sebelumnya;
- membandingkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan tingkat
pengetahuan atau keterampilan yang ditunjukkan oleh murid saat ini;
- menggunakan berbagai penilaian penilaian diagnostik untuk memastikan
bahwa murid telah berada dalam level yang sesuai;
- melakukan survey untuk mengetahui kebutuhan belajar murid;
- mereview dan melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran mereka
sendiri untuk mengetahui efektivitas pembelajaran mereka; dll.
Berdasarkan cara-cara tersebut, pembelajaran
berdiferensiasi dapat tercapai sehingga pemenuhan kebutuhan murid tercapai dan
memeroleh hasil yang maksimal sehingga guru dan murid merasa bahagia dalam
proses belajar dan mengajar dengan menerapkan pemetaan kebutuhan murid
berdasarkan tiga aspek, yaitu kesiapan belajar murid, minat, dan profil belajar
murid
Keterkaitan Antar Materi dengan Modul Lain dengan Progaram Pendidikan Guru Penggerak
Keterkaitannya
sangat erat karena pembelajaran berdiferensiasi merupakan kunci untuk memberi
kebahagian dan keselamatan dalam proses belajar dan mengajar. Dengan menerapkan
pemetaan kebutuhan murid sesuai kesiapan belajar murid, minat, dan profil
belajar murid maka lingkungan pembelajaran di kelas dan sekolah nyaman dan
bahagia. Dan, guru dan murid saling menghargai antra yang satu dengan lain,
saling berkolaborasi. Karena itu, guru harus menuntun murid dengan tulus tanpa
melihat perbedaan, dan memahami karakteristik murid sesuai kodrat dalam dirinya
dan kodrat zaman dengan merdeka belajar, memberi kebebasan kepada murid
mengembangkan bakat dan potesnsi dalam diri dengan menumbuhkan Profil Pelajar
Pancasila .
https://www.youtube.com/watch?v=tv6-C-aPi_0&t=8s


0 komentar:
Posting Komentar