Selasa, 10 Januari 2017 | By: sovisimbolon@blogspot.com

Resolusiku 2017



#Resolusiku 2017





Pergantian tahun selalu memberi makna pada setiap orang karena setiap perjalanan selalu memiliki rangkaian cerita yang menarik meski terkadang rumit untuk menjalani. Seminggu sebelum awal tahun baru, saya selalu membuat resolusi di buku kecil. Di buku tersebut saya menuangkan beberapa harapan dan impian yang selalu saya bicarakan kepada Sang Khalik. Impian-impian itu ada yang tercapai ada yang tidak.
Menulis impian di buku kecil memberi kebahagiaan saat menjalani hari-hari di sepanjang tahun.  Rasa semangat  di jiwa selalu bergelora. Bayangkan saja bila semua impian tercapai seolah-olah  bintang-bintang di langit tersenyum. Saya teringat pada impian yang ingin  diekspresikan pada tahun 2016, yaitu harus serius saat berkomunikasi dengan seseorang. Kadangkala saya menanggapinya dengan sikap tertawa. Karena hal itu, menjadikan lawan bicara menganggap diriku tak pernah serius. Padahal  ekspresi itulah yang menunjukkan bahwa diriku sebenarnya serius. Meskipun begitu, saya berusaha melatih diri bagaimana cara berkomunikasi tanpa tertawa ketika berbicara hal yang serius agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda.



Tepat di tahun 2017 saya memiliki harapan-harapan. Harapan pertama semua keluargaku berkumpul di rumah ibu pada saat malam tahun baru. Dan berharap agar kakak yang paling besar menghadiri malam tahun baru. Hampir 20 tahun kakak tidak pernah menginjakkan kakinya ke rumah ibu sebab kakak masih mengganggap dirinya terbuang dan merasa bersalah. Di pikirannya selalu merasa tak dianggap putri di rumah padahal ibu, kakak, abang, dan saya selalu merindukannya dan berusaha melupakan kesalahan yang pernah dilakukan kepada keluarga. Cara yang akan saya lakukan agar kakak selalu merasa nyaman di rumah, saya tidak pernah mengingat kesalahannya yang pernah membuat malu keluarga. Memberikan waktu untuk berkomunikasi lewat telpon sambil menanyakan kabar suami dan putra-putrinya. Mendoakan agar kakak berubah menjadi seorang ibu yang selalu mencintai Tuhan dan keluarga dengan setulus hati.
Harapan kedua memerhatikan orang-orang terdekat dengan cara berkomunikasi, memberi waktu untuk berdiskusi, dan belajar memahami, dan mendoakan.
Harapan ketiga memiliki pasangan yang senang bercerita kepada Tuhan, percaya kepada pasangannya, dan bijaksana. Untuk meraih harapan tersebut, saya berusaha membenahi diri menjadi perempuan yang disukai Tuhan agar Tuhan mempersatukan saya dengan seseorang yang di hati Tuhan dan bukan di hati saya. Menjalin komunikasi yang sehat pada setiap orang dengan membiarkan Sang Khalik selalu bersama. Selalu berkomunikasi pada Sang Khalik tanpa rasa jenuh.





Harapan keempat menyenangkan ibu. Ibu perempuan yang hebat yang tidak boleh disakiti baik melalui kata-kata, sikap, maupun prilaku. Mendoakan ibuku setiap hari memberikan kesegaran jiwa dan harapan bagiku. Mendoakannya adalah sesuatu yang terindah.Dan saya berusaha menyegarkan jiwa ibu dengan cara menanggapi dengan bijak setiap  keluh kesahnya dan mendengarkan setiap ceritanya meski ceritanya tentang semasa  dia kecil sampai sekarang yang usianya 72 tahun. Meskipun jauh dari ibu tak menghentikanku untuk berkomunikasi. Sekalipun tuntutan pekerjaan mendesak, tempat penugasanku sekarang  di kota yang berbeda, tapi saya berusaha memberi waktu untuk bercerita kepadanya lewat telpon atau vidiocall. Saya akan lebih sabar menghadapi sikap ibu bila lagi marah, merajuk, dan menangis. Kemudian saya  tidak akan bosan  mengeluarkan kata-kata indah kepadanya, berusaha lebih tenang menghadapi sifat ibu apalagi di usianya yang sekarang pendengaran dan pengelihatannya kurang, berjalan mulai tak kuat, kurang peka untuk menanggapi masalah, dan kurang nalar karena usianya yang  semakin tua.
Harapan kelima wajib menulis. Kegiatan menulis sesuatu yang sulit saya kerjakan karena tidak memiliki bakat dalam menulis. Biasanya saya lebih senang membaca daripada menulis. Namun, tuntutan pekerjaan menjadikan saya harus menyenangi kegiatan menulis. Apalagi menulis termasuk salah satu materi yang saya ajarkan kepada siswa-siswi SMA. Menulis mampu melatih cara berpikir. Dengan menulis, saya dapat menghasilkan ide yang kreatif. Cara untuk mengembangkan kegiatan tersebut, saya harus menyenangi kegiatan itu dengan  membiasakan diri untuk menulis pengalaman setiap hari  di  notebook. Melakukan kegiatan berdiskusi dengan berbagai buku dan orang yang berbakat menulis, rajin membaca tulisan-tulisan penulis, rajin mengikuti lomba agar terpacu untuk mencari ide dan mengembangkannya, dan mengajak teman untuk mengoreksi tulisan.

Tulisan ini diikutkan dalam Hidayah-Art First Giveaway Resolusi Tahun 2017 Yang Paling Ingin Saya Wujudkan





6 komentar:

Hidayah Sulistyowati mengatakan...

Makasih udah ikutan GA saya, salam kenal. Semoga sukses dengan semua resolusi terbaiknya :)

sovisimbolon@blogspot.com mengatakan...

Slm knal mba. Amin mba.

Diana nababan mengatakan...

Sovi....luv u.
Aku berdoa untukmu semoga pria yang disukai Tuhan itu akan segera datang.

sovisimbolon@blogspot.com mengatakan...

Amin kk ku. Trims kk ku buat tasy dn mainan kunciy.

Riris Lamtiar Sinaga mengatakan...

luar biasa....I will try writing...melepas semua yang tersembunyi dalam hati

ednahzalenski mengatakan...

babyliss pro titanium - Titanium Sports
Maintaining an effective posture titanium curling iron and an 2017 ford focus titanium for more than a year, the babyliss titanium price per ounce pro titanium sports training The result: The weight gain titanium engagement rings for her is reduced as infiniti pro rainbow titanium flat iron a result of