Minggu, 13 September 2020 | By: sovisimbolon@blogspot.com

Daring di Masa Pandemi


“Selamat pagi, Bu. Maaf sebelumnya mengganggu pekerjaan ibu. Sebenarnya, kapan kita masuk sekolah, Bu?” Chat Yusril di group whatsapp.

‘‘Pagi juga. Untuk sementara waktu, kita pembelajaran jarak jauh atau daring ya Yusril.” Balasan chat langsung mengudara.

“Ya, Bu. Menurut saya, pembelajaran daring ini  merasa bingung, Bu. Kurang mengerti dengan tugas yang dikerjakan. Jika ingin diskusi dengan guru, kadang harus berpikir tentang paket. Ternyata, saya benar-benar rindu dengan penjelasan guru secara langsung.” Ujarnya dengan memberi emoticon sedih. 

Riska langsung menanggapi chat Yusril, ”Saat ini, kita harus sabar, Yusril. Pemerintah melakukan kebijakan ini agar kita dapat mengurangi penyebaran virus corona. Tidak ada satupun di antara kita tidak ingin masuk sekolah. Jadi, kita ikutilah kegiatan daring ini dengan sungguh-sungguh.”

Membaca chat siswa di group whatsapp, sebagai guru membuat saya berpikir untuk mencari strategi saat pembelajaran jarak jauh. Melihat kondisi semua siswa, tidak semua memiliki gawai atau teknologi. Kadang melihat kondisi ini, tidak masuk akal tapi sebagai guru tak boleh mengeluh dan berhenti mencari solusi. 

Guru dan siswa sama -sama mengalami Pembelajaran Jarak Jauh atau di Rumah. Melakukan kegiatan ini harus bahagia dan dibuat seru agar tidak mengalami kejenuhan.  Pertama yang harus saya lakukan membuat group whatsapp Bahasa Indonesia bagi siswa yang punya teknologi. Dalam group, saya mengajak mereka berdiskusi tentang materi dan karakter. 


Dan mengajari mereka juga cara berkomunikasi yang sopan saat di whatshapp group atau  WAG. Saat bergabung di group, kita melihat foto profil WA mereka, kadang mereka menampilkan foto-foto dengan bermacam gaya, dan memakai foto yang bukan wajahnya. 



Di saat inilah hal yang tepat untuk mengingatkan agar siswa  mengganti profilnya.  Penyampaian kita pun  dengan cara yang humor dan bijaksana, bukan mempermalukannya. Kemudian,  langkah kedua menjadi pendengar. Guru harus selalu terbuka untuk mendengar keluh- kesah siswa saat mengalami kendala dalam mengerjakan tugas. Langkah ketiga, sebagai guru menggerakkan untuk melakukan literasi di rumah. Salah satunya membiasakan mereka untuk membaca. Membaca buku novel, buku cerita, buku biografi, buku motivasi, artikel dari media cetak dan media online. Kegiatan tersebut dilaporkan dalam bentuk laporan membaca. Menulis identitas buku, ringkasan, keunggulan, kelemahan, dan manfaat membaca buku bagi diri sendiri. Memberi nilai dan menanggapi tiap laporan membaca membuat mereka termotivasi untuk senang membaca  dan menulis.



 

Selanjutnya langkah keempat, sebagai guru saat masuk ke kelas daring, usahakan menyapa sambil menyelipkan  motivasi saat masuk PJJ . Motivasi pun dikemas dalam bentuk cerita yang berisi jiwa mandiri, tanggung jawab, nasionalisme, gotong royong. Motivasi tersebut sangat menggerakkan pola pikir siswa untuk berkarya. 




Langkah kelima, guru tidak pelit memberi pujian kepada siswa. setiap tugas dan karya yang dikerjakan diselipkan pujian dan nilai sehingga siswa semakin semangat. 


Inilah cara belajar selama pandemi. Kegiatan belajar di rumah memberi suasana yang baru dan menarik. 

#CerdasBerkarakter

#BlogBerkarakter

#SeruBelajarKebiasaanBaru

#BahagiaBelajardiRumah


 

 

 



0 komentar: