Kamis, 15 September 2016 | By: sovisimbolon@blogspot.com
Serigala dan Domba

Saat petir berteriak terlihat serigala kesakitan di mulut gang.
Tak ada seekor pun yang menolongnya. Padahal, serigala dokter yang bertangan dingin. Dia selalu menolong kaumnya. Mendengar rintihan serigala, seekor domba datang menolongnya.
Domba  menyeka luka di kaki serigala. Tangan domba yang lembut memberikan air kepadanya. Rasa sakit serigala berkurang. Ternyata, serigala terluka karena menyelamatkan nyawa kambing ketika terjebak di mulut gang. Tapi, kambing membiarkannya terluka dari serempetan kaki-kaki. Kejadian itu, menjadikan serigala dan domba akrab. Mereka saling mengasihi. Rasa lapar menghantui Serigala. Dia mulai merasakan sesuatu yang tak enak di perutnya. Dia menahan rasa lapar demi domba.Ttak ada nianyat untuk memakan domba. Melihat domba, serigala bahagia.  Meski dia lapar, dia tetap semangat dan tulus bekerja untuk melayani dan mengobati pasiennya. Dia dijuluki dokter bedah bertangan dingin. Diam-diam domba melihat serigala kelelahan dan tak berenergi. Domba berkata,"Serigala, makan saja aku." Mendengar perkataan domba, serigala terdiam. Bagaimana mungkin aku memakannya? Karena, dia adalah domba yang aku cintai. Perkataan ini tak bisa diutarakan serigala. Serigala sedih mendengarnya. Domba pun pergi. Melihat kepergian domba, serigala menyesal karena  sebenarnya hatinya menginginkan domba bersamanya di sumur amal. Ilustrasi ini sama seperi bait di Puisi

2 komentar:

FAJAR SIDDIK RITONGA mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
FAJAR SIDDIK RITONGA mengatakan...

keren ilustrasinya buk !